ACEHAceh TimurDAERAH

DPRK Aceh Timur Mendengar Keluh Kesah Honorer, Akan Sampaikan Aspirasi ke Pemerintah Pusat

Aceh Timur –  Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur  menerima  audiensi  dari  ratusan  tenaga  honorer  dari  berbagai  Instansi  di  Aceh  Timur  pada  Jumat (10/1/2025).  Audiensi  ini  dilakukan  sebagai  bentuk  respon  terhadap  kekecewaan  para  honorer  terhadap  hasil  seleksi  PPPK  tahun  2024  yang  dianggap  tidak  adil  dan  tidak  memperhatikan  masa  kerja  dan  dedikasi.

Ketua DPRK Aceh Timur, Musaitir, bersama Ketua Komisi 4, Fattah Fikri, dan anggota dewan lainnya, menyambut para honorer di ruang sidang A paripurna.  Audiensi ini juga dihadiri perwakilan dari BKPSDM Aceh Timur.

Dalam pertemuan tersebut, para honorer menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait status mereka yang tidak diprioritaskan dalam seleksi PPPK. Mereka juga meminta agar pemerintah daerah memperjuangkan nasib mereka ke pemerintah pusat melalui Kemenpan RB dan BKN agar tidak dimasukkan dalam kategori paruh waktu, melainkan penuh waktu.

“Kami sudah puluhan tahun bekerja, malah tidak diprioritaskan untuk lulus PPPK. Malah yang baru bekerja beberapa tahun lulus. Ini kan aneh,” ujar salah satu perwakilan honorer dari dinas perhubungan darat.

Para  honorer juga menyampaikan  tuntutan  agar  sistem  seleksi  PPPK  diubah  sehingga  mengutamakan  pengalaman  dan  dedikasi.  Mereka  juga  menyerukan  agar  prioritas  diberikan  kepada  honorer  yang  telah  mengabdi  bertahun-tahun,  terutama  para  Nakes  yang  telah  berjuang  di  garis  depan  selama  pandemi  Covid-19.

Ketua  DPRK  Aceh  Timur,  Musaitir,  bersama  Ketua  Komisi  4  Fattah  Fikri  dan  beberapa  anggota  dewan  lainnya,  mendengarkan  keluh  kesah  para  honorer  dengan  seksama.  Mereka  menyatakan  bahwa  pihaknya  memahami  kekecewaan  dan  perasaan  tidak  adil  yang  dialami  oleh  para  honorer  yang  telah  mengabdi  bertahun-tahun.

“Kami  menghargai  keberanian  para  honorer  untuk  mengungkapkan  aspirasi  mereka  secara  langsung  ke  DPRK.  Kami  menyaksikan  betapa  besar  pengabdian  dan  dedikasi  mereka  untuk  rakyat  Aceh  Timur,”  ujar  Fattah  Fikri.

DPRK  Aceh  Timur  menyatakan  bahwa  pihaknya  akan  terus  mendukung  dan  memperjuangkan  hak-hak  para  honorer  di  Aceh  Timur.  Mereka  juga  mengajak  semua  pihak  untuk  bersama-sama  mendorong  pemerintah  pusat  untuk  memperhatikan  nasib  para  honorer  dan  mencari  solusi  yang  tepat  dalam  penyelenggaraan  seleksi  PPPK.

“Kami  akan  memperjuangkan  aspirasi  para  honorer  ke  pemerintah  pusat, Kami  akan  mendorong  pemerintah  daerah  untuk  menyurati  Menpan  RB  dan  memperjuangkan  aspirasi  para  honorer  ke  pemerintah  pusat.  Kami  juga  akan  berkomunikasi  dengan  DPR  RI  dan  BKN  untuk  mencari  solusi  terbaik  atas  masalah  ini.” tegas  Fattah  Fikri.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Aceh Timur, Razali, mengakui bahwa pihaknya memahami keluh kesah para honorer. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hanya bertugas sebagai pelaksana program, bukan penyusun program.

“Tidak ada kewenangan pemerintah daerah membuat kebijakan terkait proses seleksi PPPK. Sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ujar Razali.

Meskipun demikian, Razali sependapat bahwa aspirasi yang disampaikan para honorer perlu diperjuangkan bersama-sama ke pemerintah pusat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button