Mengenal Masa Remaja

Mari coba kita sedikit berkaca dengan kondisi keadaan zaman sekarang, sungguh sangat jauh dalam kategori remaja yang menghadirkan sebuah perubahan dan perbaikan. Banyak kasus-kasus kita dengar serta kita lihat di media sosial “seorang remaja membunuh teman, seorang remaja memperkosa pacarnya, seorang remaja membunuh orang tua, seorang remaja berjudi, serta remaja melakukan pembegalan dan tawuran”.
Sungguh sangat sedih mendengarkan berita demikian yang awal kita tau bahwasanya remaja itu ialah masa keemasan, masa dimana menjadi harapan penerus bangsa dan agama. Justru dengan fenomena yang kita rasakan sekarang, para remaja menjadi perbincangan, beban bagi orang tua serta juga menjadi aib bagi keluarga dan lingkungan.
Dari data UNICEF tahun 2016 kenakalan remaja di Indonesia mencapai sekitar 50%. Angka kriminalitas di Indonesia semakin melonjak dari tahun ke tahun contohnya pada tahun 2022, yang pada saat itu angka kriminalitas naik menjadi 7,13% dari tahun lalu. Ada 31,6 kejahatan setiap jamnya, jika kita lihat pada tahun 2021 menurut Kapolri Listyo sigit Prabowo tingkat kejahatan pada saat itu meningkat 18,764 kasus menjadi 276,507 perkara dari sebelumnya 257,743 kasus pada 2021.
Siapakah yang patut disalahkan?
Coba kita lihat kembali keadaan remaja sekarang, mereka sangat jauh dari yang namanya ilmu agama. mereka sangatlah butuh perhatian dari orang tua yang pedulinya, kawan-kawan yang memberikan nilai positif, serta lingkungan yang sehat dan didalamnya ada nasehat-nasehat agama, inilah awal permasalahan yang di alami oleh remaja sekarang, kurangnya perhatian dari orang tua serta lingkungan yang tidak sehat.
Tidak ada yang patut disalahkan, namun yang sangat diperlukan sekarang ialah saling intropeksi diri, saling peka dengan keadaan remaja sekarang. Arahkan dan ajak kembali para remaja sekarang untuk lebih mengenal agama. Sehingga dia bisa membentengi dirinya takkala dia sendirian serta ketika berada dilingkungan yang tidak sehat.
Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya, karena pada periode itu, seseorang meninggalkan tahap kehidupan anak-anak, untuk menuju tahap selanjutnya yaitu tahap kedewasaan. masa ini dirasakan sebagai suatu masa krisis karena belum adanya pegangan, sedangkan kepribadiannya sedang mengalami pembentukan. pada waktu itu dia memerlukn bimbingan, terutama dari orang tuanya (Soerjono S, 1990: 372-373)
Namun banyak cara yang bisa kita lakukan untuk kembali mengenalkan para remaja lebih mengenal jati dirinya, apa yang diperlukan dan dipersiapkan dalam hal menghadapi masa remaja.
“Melalui tulisan ini, saya akan menjelaskan “MASA REMAJA”
Masa remaja adalah masa yang sangat produktif dalam segala bidang dan aspek,di antaranya yaitu produktif dalam berfikir, produktif dalam berencana serta produktif dalam menciptakan hal-hal baru. Masa remaja juga disebut masa dimana setiap pemuda ingin mencoba hal-hal baru. Mencoba hal yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Banyak pemuda yg terperangkap dalam hal-hal buruk hanya karena diawali oleh kata mencoba. Pada masa ini banyak pemuda yang menjerumuskan dirinya pada hal-hal buruk.
Sebelum lebih jauh kita membahas terkait masa remaja kita akan mengenali apa itu masa remaja? secara bahasa dan pengertiannya serta perkembangan masa remaja secara psikologi.
“Masa remaja disebut “pubertas” yang berasal dari bahasa latin yang berarti “usia menjadi orang” suatu periode dimana anak dipersiapkan untuk menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunanntya atau berkembang biak (Gunarsa, 2007: 27)
Definisinya berdasarkan bentangan usia dapat bervariasi karena akhir dari masa muda dapat didefinisikan melalui perubahan penampakan fisik seseorang maupun perubahan tanggung jawabnya (misal mulai mendapatkan pekerjaan), atau ketika mulai menjajaki aktivitas seksual”.
“kapankah masuk fase masa remaja?dan apa saja sikap yang di munculkan pada fase masa remaja?”
” Fase masa menuju remaja, cenderung terhitung tahapan perkembangannya secara psikologi ialah pada umur 10 sampai 19 tahun. Pada fase-fase ini orang tua harus mengerti banyak perubahan yang hadir Ketika masuk pada periode ini, anak akan menjadi lebih penuh energi, memiliki idealisme tinggi, lebih kritis dalam berpikir dan berpendapat, hingga memiliki ketertarikan yang besar pada berbagai hal yang bisa saja benar atau sebaliknya. Fase remaja ini kerap menjadi periode yang sangat rentan memicu konflik antara orang tua dan anak. Berikut tahapan perkembangan masa remaja dari umur 10 sampai 19 tahun.
- Fase 10 sampai 13 tahun
Usia awal remaja ini menunjukkan bahwa anak mulai baru memasuki fase puber. Anak akan mengalami banyak sekali perubahan. Misalnya, tumbuhnya payudara dan menstruasi pada anak perempuan, tumbuhnya jakun dan berubahnya suara pada anak laki-laki (Mulai membutuhkan privasi dan terlihat membatasi interaksi dengan orang tua. Mulai memberikan perhatian terhadap tubuh dan penampilannya sebagai efek dari perubahan fisik pada masa puber)
- Fase 14 sampai 17 tahun
Memasuki rentang usia 14 sampai 17 tahun, perubahan masih terus berlanjut pada remaja. Tahap perkembangan psikologi remaja pada usia ini akan semakin terlihat, sebab anak mulai menemukan dan membangun jati dirinya. (Mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis)
- Fase 18 sampai 19 tahun
Memasuki rentang usia ini, perkembangan fisik remaja telah berakhir. Selain itu, tahap perkembangan psikologis remaja pada usia ini juga lebih terkontrol daripada usia sebelumnya. Ini membuat anak tidak lagi cenderung melakukan tindakan berisiko dan lebih mampu memahami segala sebab dan akibat dari suatu keadaan. (Mulai menjalin hubungan romantis dengan lawan jenis).
Pada fase tahapan perkembangan masa remaja sangat diperlukan untuk terus membentengi diri membentuk pribadi masa remaja yang berkater islami dan meberikan wawasan yang luas untuk bangsa dan agama. Perlu dipahami oleh orang tua, pendidik, remaja tokoh-tokoh lainnya, untuk mengenal fase-fase tahapan perkembangan masa remaja Karena justru itulah akan menjadi unsur dalam memahami proses tahapan perkembangan masa remaja.
“Solusi mengarahkan remaja dalam persperktif Islam”
Generasi muda memang tiang penyangga suatu bangsa. Ketika para remaja terbina dengan tekun, berjiwa sholeh, dan berkepribadian baik, maka suatu bangsa akan merasakan betapa besar kekuatan dan ketahanannya. Dan sebaliknya, bila pembinaan generasi muda terbengkalai, mereka terlupakan, maka setidaknya, masyarakat tidak dapat mengambil manfaat dari keberadaan mereka ini. Bahkan bisa menjadi sampah masyarakat yang sangat mengganggu ketentraman dan keamanaan.
Berdasarkan riwayat-riwayat dalam hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memperhatikan keberadaan para pemuda Islam zaman itu. Di antaranya yang sangat relevan dengan kekinian, pesan beliau agar para pemuda yang sudah mampu untuk menikah. Dan bila belum sanggup melakukannya, puasa menjadi pengganti. Beliau juga telah mewanti-wanti agar masa remaja tidak disia-siakan. Beliau memerintahkan supaya masa keemasan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara (lainnya). (Salah satunya)… (Manfaatkan) masa remajamu sebelum datang masa tua…”( HR. al-Hâkim dan al-Baihaqi dan dishahihkan oleh al-Albâni. Shahîhul Jâmi’ no. 1077)
Masa remaja adalah masa paling besar produktifitasnya. Melalui masa ini, seorang Muslim akan membangun kepribadian guna mengarungi kehidupan nyata.
Dari sinilah, para ulama ditunggu peran mereka untuk menggodok pemuda Muslim. Sehingga terbentuk generasi Islam yang berilmu, shaleh dan berkemampuan kuat untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Para remaja juga perlu memilah dan memilih kawan serta lingkungannya dalam beriteraksi, karena ini adalah hal yang sangat penting, dikarenakan pada fase remaja mereka sedang mencari jati diri, maka berhati-hatilah dalam mecari kawan serta lingkungan dalam bergaul. Jikalau kawan dan lingkungannya dapat memberi nilai negatif maka akan rusak dalam mencari jati diri.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Seseorang itu (sangat) tergantung pada agama temannya, maka hendaknya setiap orang melihat siapa orang yang dia ajak berteman. [HR. At-Tirmidzi, no. 2378]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwasanya teman kita itu sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter. Berhati-hatilah dalam mecari teman, carilah teman yang dapat memberikan energi positif dan nilai positif terhadap diri kita. Dengan demikian Allah Ta’ala akan senatiasa memberikan kemudahan pada diri untuk menjadi remaja yang akan dirindukan surga dan bertakwa kepada Allah Ta’ala.
Bagaimana kita mempersiapkan diri pada masa remaja, sangat tergantung pada aspek diri kita masing-masing. Apakah akan kita gunakan masa keemasan, masa remaja ini kedalam positif atau negatif ini kembali pada niat kita. Masa remaja/muda akan ditanyakan oleh Allah:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” Masa remaja itu ialah masa masa pencarian jati diri yang dipenuhi dengan pertanyaan, kegelisahan, dan rasa penasaran.
Penulis :
Muhammad Fadhil, S. Psi
Kepala Sekolah SDIT Baitun Nada, Pidie





