DAERAHFEATURE

Pangkas Bg Bomik Rasa Barbershop Tren Dari Pelosok Desa

Bangunan kayu berukuran kurang lebih 3×3 meter itu masih berdiri kokoh. Letaknya persis di jalan lintas Desa Matang Peureulak menuju Grong-grong Arakundo. Di kawasan yang nyaris luluh lantak diterjang banjir bandang pada 27 November 2025 lalu, satu bangunan kecil ini seperti menolak tumbang.

Air bah yang meluap dari sisi timur DAS Arakundo hampir meratakan wilayah tersebut. Namun, barber sederhana milik Bg Bomik tetap bertahan.

Sebuah tempat pangkas rambut berdinding kayu, yang oleh warga setempat dikenal dengan nama Barber Bomik Pangkas.

Pemiliknya bernama Fahmi. Di kampung, ia lebih akrab disapa Bg Bomik. Dari tangannya, lahir potongan rambut yang rapi dan mengikuti tren. Soal keterampilan, Bg Bomik tak kalah dengan barber ternama di kota-kota Aceh.

Usahanya berdiri tepat di depan rumah. Posisi bangunan sedikit lebih tinggi karena memanfaatkan kontur tanah halaman. Barber itu sederhana dinding kayu, sisi kanan masih menggunakan kawat sebagai ventilasi udara. Di tempat itulah Bg Bomik mengais rezeki untuk keluarganya.

Harga jasanya pun bersahabat. Tak semahal barber modern di luar desa.
β€œWalaupun tempat kecil, ini sudah usaha pribadi. Jadi jasanya kita sesuaikan dengan kondisi di gampong,” ujar Bg Bomik kepada penulis, yang mengaku telah menjadi pelanggan setia sejak 2017.

Bagi penulis, Bg Bomik adalah sosok tukang pangkas profesional. Ia tak mengejar target cepat atau banyak kepala. Baginya, kerapian dan kepuasan pelanggan adalah prioritas utama.

β€œKerapian nomor satu. Bukan asal cepat,” katanya singkat.

Soal tren, Bg Bomik juga tak ketinggalan zaman. Ia paham betul gaya rambut kekinian mulai dari fade, french crop, low fade, skin fade, hingga berbagai model yang biasa berseliweran di media sosial. Tak jarang, pelanggan hanya menunjukkan foto referensi. Sisanya, Bg Bomik yang mengeksekusi.

Menariknya, di sela memangkas rambut, ia juga aktif membuat konten. Trik-trik pangkas rapi dibagikannya lewat platform media sosial.

β€œSambil memangkas, sambil konten juga. Bisa buat tambahan pendapatan,” celetuknya sambil tersenyum.

Usaha Bg Bomik nyaris tak pernah sepi. Setiap hari barber kecil itu buka, kecuali hari Jumat dan hari tertentu.
β€œHari Jumat pasti libur. Hari lain tergantung kondisi. Kecuali kalau sakit,” tuturnya.

Dari usaha sederhana Bg Bomik, ada pelajaran penting yang bisa dipetik. Bahwa profesionalisme tak ditentukan oleh besar-kecilnya tempat atau lokasi usaha.

Meski berada di pelosok desa, dengan kerja rapi, konsisten, dan mengikuti perkembangan zaman, usaha kecil pun bisa tetap hidup dan dipercaya.

Barber kayu itu menjadi bukti ketekunan dan kualitas adalah modal utama yang tak pernah lekang oleh keadaan. Good Job Bg Bomik!!!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button