DAERAH

Akademisi IAIN Langsa Apresiasi Langkah Bupati Al -Farlaky Tanggung Biaya Pengobatan Warga Miskin

Aceh Timur β€” Langkah cepat Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky dalam menanggung biaya pengobatan warga miskin yang sempat terkendala layanan rumah sakit mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Akademisi Institut Agama Islam Negeri Langsa, Dr. Muhammad Dayyan, M.Ec menilai tindakan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat kecil yang membutuhkan akses layanan kesehatan.

Menurutnya, ketika persoalan administrasi dan data desil menjadi penghambat warga miskin memperoleh pengobatan, maka keberanian kepala daerah untuk turun tangan langsung merupakan bentuk kepemimpinan yang humanis dan responsif terhadap persoalan rakyat.

β€œKetika sistem administrasi menjadi penghalang bagi warga miskin untuk mendapatkan pengobatan, maka keberanian Bupati selaku kepala daerah untuk turun tangan langsung adalah wujud nyata kepemimpinan yang humanis. Ini patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi kepala daerah lain,” ujar Dayyan, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut juga sejalan dengan semangat keadilan sosial dan prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa atau hifdzun nafs.

Dayyan menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan tidak ada masyarakat yang terabaikan hanya karena persoalan administrasi atau ketidaksesuaian data bantuan sosial.

β€œTindakan Bupati Aceh Timur menunjukkan bahwa solusi bisa ditemukan ketika ada kemauan politik yang kuat,” katanya.

Ia berharap langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak berhenti pada penanganan kasus insidental semata, melainkan menjadi momentum memperbaiki sistem pendataan masyarakat miskin dan skema bantuan kesehatan ke depan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menghadirkan mekanisme yang lebih fleksibel agar masyarakat miskin tidak lagi mengalami penolakan layanan kesehatan hanya karena persoalan status data.

β€œPemerintah daerah bisa menjadi jembatan antara sistem pusat dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” pungkas Dayyan.(***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button