[CERPEN] Ramadhan Terasa Sendu Tanpa Ibu, Kini Tesirat Rindu

Tahun 2023 Kemarin aku masih bisa bersama ibu, menjalankan ibadah puasa bersama dan membersamai ibu terawih, mengiringi langkahnya secara perlahan dengan semangat yang tinggi. Sampai Menggantarnya ke pintu gerbang. Namun kami semua akhirnya ikhlas kehilangan kebahagiaan bersama ibu seiring dengan kepergian beliau, Jum’at 25 November 2023.
Kasih sayang dan cintanya begitu tulus menancap sanubariku membuatku tegar. Tetap saja tetesan air mata jatuh tak bisa terbendung saat menziarahi makam ibu. Makam ibu menjadi saksi, semua akan kembali tanpa terkecuali. Siapapun yang disayang akan pergi.
“Jika obat dari rindu adalah bertemu lantas bagaimana caraku mengobati kerinduan
terhadap seseorang yang telah tiada”
Selasa, 12 maret 2024 adalah hari pertama masuk bulan Ramadhan yang di mana semua umat Islam menjalankan ibadah puasa seperti biasanya. Saat bulan Ramadhan tiba ada banyak orang yang merasakan bahagia nya karna bisa kembali merayakan dan merasakan berbuka puasa dan berangkat tarawih bersama keluarganya.
Dan ada juga sebagian dari mereka yang harus menahan sesaknya tangis karena mengingat momen bersama orang tercintanya yang sudah pulang kembali ke sisi Allah.
Rumah tanpa lampu aja gelap apalagi rumah tanpa seorang ibu.
Dulu saat sosok itu masih ada, saya selalu mengisi waktu berbuka dengan penuh semangat dan dengan hidangan yang sudah terletak dan tertata rapi di atas meja, dan selalu terdengar suara lembut ditelinga saya setiap sahurnya “Nak bangun ibu sudah masakin makanan kesukaan kamu”.Andai waktu bisa ulang saya ingin moment itu lagi yang dimana selalu berbuka puasa, dan sahur dengan keluarga yang lengkap.
Dan sekarang beliau sudah tiada, tapi pesan dari nya masih melekat di pikiran saya, ” Nanti sesulit apapun yang kamu rasakan di Bulan Ramadhan , jangan jadikan ituu alasan untuk kamu meninggal kan puasa yah nak” Karna bulan ini adalah bulan yang penuh keberkahan dan keampunan. jangan lah sia sia-siakan Ramadhan tahun ini bisa jadi ini Ramadhan terakhir mu.
Sepi dan rindu bersemayam di hati. Tangisku makin tak terbendung lagi. Gemuruh dada menghempas segala rasa. Hanya ada aku, dan Dia yang Maha Kuasa. Aku lebur dalam duka. Disepuluh hari pertama, Ramadhan kali ini. Kini izinkan aku bersimpuh dengan derai deras membasahi hijabku. Semua karena aku begitu merindukan Ibu. Rindu bersimpuh di pangkuan Ibu. Rindu mengadu segala rasa pada Ibu. Mohon maafkan segala kesalahan anakmu Bu…
Yang belum sempat membahagiakan Ibu. Membawa ibu ke tempat-tempat yang ingin ibu kunjungi. Memasak bersama lagi. Tertawa bersama lagi. Kini aku tahu, ibu tak ingin aku bersedih. Sebab ibu sudah tenang di sana. Ibu sudah tidak sakit lagi. Ibu pasti menantikan kami semua untuk berkumpul kembali, kelak pada waktunya.
AlFatihah, Ibuku sayang.. Ramadhan yang terakhir bersama Ibu kemarin, selalu ku kenang…
WISHING YOU A BLESSED RAMADHAN.
PENULIS : MURDANI, SISWA JURUSAN DKV (DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SMK NEGERI 1 PANTE BIDARI ACEH TIMUR)





