Abiya Blang Mideun Berpulang, Bupati Al-Farlaky : Kehilangan Besar Untuk Masyarakat Aceh Timur

Aceh Timur β Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., melayat ke rumah duka ulama kharismatik Kecamatan Julok, Tgk. H. Abu Bakar atau yang akrab disapa Abiya Blang Mideun, di kompleks Dayah Bustanurridha, Gampong Blang Mideun, Kecamatan Julok, Selasa, 30 Juni 2026.
Kedatangan Bupati disambut Camat Julok, para pengurus dayah, keuchik, tokoh masyarakat, serta keluarga almarhum. Suasana duka menyelimuti kompleks dayah yang selama ini dipimpin Abiya dan menjadi pusat pendidikan agama bagi ratusan santri. Seluruh rombongan juga larut dalam takziah yang dipimpin oleh salah satu penyuluh Agama Islam Kantor KUA Julok.
Semasa hidupnya, Abiya dikenal sebagai sosok ulama yang menjadi panutan masyarakat Julok dan sekitarnya. Di bawah kepemimpinannya, Dayah Bustanurridha membina sekitar 350 santri yang menimba ilmu agama.
Menurut pihak keluarga, almarhum meninggalkan tujuh orang anak dan dua cucu. Dalam kesehariannya, Abiya dikenal tetap beraktivitas seperti biasa tanpa mengeluhkan kondisi kesehatan yang berarti.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Al-Farlaky menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Abiya. Menurutnya, kepergian ulama kharismatik tersebut merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Aceh Timur.
“Hari ini satu lentera umat telah padam. Almarhum telah mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan Islam. Ilmu yang diwariskan serta perjuangannya membesarkan dayah menjadi amal jariyah yang terus mengalir di sisi Allah SWT,” ujar Bupati.
Bupati menilai dedikasi Abiya dalam mengembangkan pendidikan dayah tradisional merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan wafatnya Abiya sebagai pengingat untuk memperbanyak amal ibadah dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
“Kehilangan ulama adalah kehilangan cahaya bagi umat. Karena itu mari kita terus memperbanyak amal saleh dan meneruskan nilai-nilai yang telah diajarkan beliau,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati berharap Dayah Bustanurridha tetap eksis di bawah kepemimpinan penerus Abiya dan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjaga syiar Islam di Aceh Timur.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan, Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur siap mendukung pembangunan Dayah Bustanurridha.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan terus memberi perhatian terhadap pengembangan dayah. Insya Allah, jika dibutuhkan, kami siap mendukung pembangunan Dayah Bustanurridha agar tetap menjadi pusat lahirnya generasi penerus ulama,” tutup Bupati Al- Farlaky.(***)





